Rabu, 29 April 2015

Prompt #76 - Chronicle de Gargoyle

Sumber


Jangan pernah tanya siapa sebenarnya aku, karena aku takkan pernah bisa menjawabnya. Sejak dulu, aku sudah seperti ini. Tubuhku menjadi patung setiap kali terkena sinar matahari. Dan itu sungguh menyiksaku. Membuatku merasa terkekang dalam tubuhku sendiri, tanpa pernah mampu menuntaskan dahagaku akan darah. Ya, itulah sedikit kegemaranku di saat malam tiba, berburu darah manusia. Itu pun juga bukan sembarang manusia. Aku hanya menyukai darah manusia yang berwatak kejam dan berhati keji. Dan tahukah darah apa yang paling kubenci? Darah orang-orang suci adalah yang terburuk. Mereka yang seumur hidupnya menahan nafsu duniawi selalu membuatku lemah dan merasa terkutuk. Beruntung sekali akhir-akhir ini jenis manusia seperti ini semakin berkurang. Aku semakin bebas berburu, terutama bila bulan keperakan sempurna bersinar di langit, membuatku semakin leluasa mengejar mangsaku.
Malam ini adalah malamku yang sempurna. Bulan purnama bersinar terang tanpa sedikit pun awan hitam melingkupinya. Sayapku yang kokoh mengepak di langit, berputar-putar mengitari daerah ini semenjak gulita penuh merajai bumi. Taringku mulai basah, penuh liur berceceran, seakan rindu melepaskan dahaga. Mataku nyalang menatap dataran yang terhampar, mencari calon korban baru yang terbengis, sebab darah mereka mampu membuatku kenyang lebih lama. 
Di salah satu titik kutangkap bayangan seseorang yang berbuat keonaran. Ah, seorang pencuri ternak sedang beraksi rupanya! Cih, kurang menarik! Kubelokkan arah terbangku ke daerah pegunungan. Malam masih panjang, setidaknya aku bisa mencari seorang pembunuh untuk kumangsa.
Ah, itu dia! Seorang pria sedang membawa sebilah pedang berlumuran darah. Di sampingnya tergeletak sebujur tubuh yang memucat. Akhirnya, kesabaranku tidak sia-sia.
Dalam keheningan kudaratkan kakiku pelan di atas tanah. Kudekati sosok pria itu dari belakang tanpa menimbulkan suara. Cakar-cakarku seketika mencuat dari ujung-ujung jariku, siap menerkamnya. Tiba-tiba dia berbalik menantangku.
“Kau pikir bisa memangsaku, Gargoyle tua?” hardiknya sambil mengacungkan pedang. Sial! Pedang itu bersinar terang, nyaris membutakanku!
“Grooaaarrgh!”
“Meraung saja sesukamu! Kau takkan bisa mengalahkanku! Aku sudah curiga kaulah pelaku semua pembunuhan di daerah ini. Sebelumnya kupikir Von Dracula pelakunya, ternyata aku salah!”
Aku menggeram lagi. Kali ini menyadari ada sosok lain yang mengepungku dari belakang.
“Benar, kan, Van Helsing. Bukan aku pelakunya. Aku hanya menyukai darah perawan dan janda muda. Sudah kubilang semua korban itu bukan seleraku,” ujar pria yang tadi tergeletak di tanah. Ah, rupanya dia hanya pura-pura.
Crass!
Aaak! Sabetan pedang itu hampir saja memutus sayapku!
“Grooaaarrgh!”
Kucoba mengepakkan sebelah sayapku yang utuh. Sebentar lagi matahari bersinar terang. Aku tak ingin orang-orang heboh mendapati patung Santo yang biasa mereka ziarahi berpindah tempat tanpa sebab.
Jumlah kata : 400 kata.

Yuk, ikutan Prompt #76 MFF di sini ya!

4 komentar:

  1. ho oh, ternyata kalo siang jadi patung santo? :)

    BalasHapus
  2. Dih, Van Helsing pilih kasih! Masak Gargoyle diburu, Dracula dibiarin lepas?
    Btw, kok VH dan VD bisa tahu G bakal datang ke situ? Dapat info dari 'orang dalam'? :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. VH tau soalnya sudah banyak korban berjatuhan. Kenapa dia tau?
      Hehee, itu karena aku beritahu Bang :D

      Hapus

Bila berkenan sila tinggalkan jejak ya ^_^