Kamis, 16 Oktober 2014

Prompt #66 : Di Atas Pusaramu



“Aku tak mengira hal mengerikan itu terjadi padaku.” Mataku menatap pusaramu sayu. Wangi kamboja menyeruak dihembus angin lalu, seakan membawa semua kenanganku bersamamu.

Sumber
“Kenapa begitu tiba-tiba kau tinggalkan aku?” Ingatanku lalu melayang kala pertama kita dulu bertemu di bawah rintik hujan. Tanpa sengaja kita bertabrakan sehingga map kita tertukar. Lalu pertemuan demi pertemuan tak sengaja lainnya yang menyemai benih harap di hatiku. Meski kadang harapan itu surut begitu sadar siapalah aku. Ya, engkaulah anak pemilik perusahaan di tempat aku bekerja.

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu dulu. Dan aku selalu menunggu. Meski seluruh dunia menentang kita. Meski kadang rasanya tak sanggup lagi aku melangkah. Tapi senyummu selalu menghapus duka. Sampai restu itu tiba....

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu di balik kelambu. Malam pertama yang kita lewati seperti madu. Juga malam-malam berikutnya. Tahun demi tahun berlalu tanpa adanya tangis bayi yang pecah di rumah kita. Cobaan demi cobaan yang tiada henti mendera, menyangsikan kesuburanku, kesuburanmu. Hingga akhir penantian itu berakhir....

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu di depan pintu ruang operasi. Ketubanku sudah pecah sebelum waktunya. Kau genggam tanganku dan kau bisikkan kata,”Aku mencintaimu lebih dari segala.” Dan buatku itu sudah lebih dari cukup. Tapi buatmu itu tak cukup. Engkau ingin seorang putra. Tiara, Cahaya, dan Kemuning lahir setelah Kirana. Dan engkau masih menginginkan seorang putra....

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu di depan pintu ruang operasi. Aku mengalami pendarahan hebat saat kehamilan kelima. Sayup kudengar suara dokter saat setengah terjaga, ”Maaf, kami hanya bisa menyelamatkan istri Bapak. Kami juga terpaksa mengangkat rahimnya. Maaf, putra Bapak tak bisa kami selamatkan….” Lalu dalam lena samar kutangkap bayangmu terisak di balik kelambu kamar....

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu di pesta pernikahan Kirana. Seakan mengulang janjimu di depan penghulu dulu. Membuatku tersipu malu. Lalu kita ulangi lagi malam-malam pertama semanis madu....

“Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu.” Itu adalah janjimu di detik-detik kau hembuskan nafas terakhir. Air mataku tiada henti mengalir, bahkan hingga hari itu. Hari dimana wanita itu menemuiku. Wanita yang mengaku melahirkan anak lelakimu....

“Ibu, sudahlah. Rasulullah melarang kita meratap di atas pusara…,” suara Kirana menyentakku dari lamunan.

“Ibu tak ingin meratap Nak. Ibu hanya tidak tahu harus diapakan bayi itu?!” teriakku melolong ditingkah derasnya air mata.

Kenapa Mas, kenapa harus dia serahkan bayi hasil hubungan gelap kalian?


Jumlah kata : 400 kata

13 komentar:

  1. Matur suwun Mas :) Btw kenal mas Cimot dimana? Dulu mas Cimot sekantor ma saya....

    BalasHapus
  2. Om Imot?..stand up Jogja itu?....itu teman saya SMA 1 Solo mbak.
    Dulu kerja dimana mbak?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan mas, di senin berpuisi itu lo, ada kata-kata Om Cimot yang puas dst, itu nama teman saya dulu AR di KPP Jkt Kby Dua. Hehe...mungkin samaan namanyah :)

      Hapus
  3. oooo...tapi itu foto yang muncul di FB kok foto saya mbak e....
    nti dipikirnya diatas pusar saya?...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaya...saya juga heran kenapa hahahaha... Gapapalah mas, numpang ngetop dikit. Gak berbayar kan? Hahahaha

      Hapus
  4. ok..lanjut kerja plus (nge-blog) mbak e..

    BalasHapus
  5. aku masih belum paham korelasi antara kalimat pembuka (prompt) dengan kejadian-kejadian berikutnya. 'kejadian mengerikan' yang dimaksud adalah kematian suaminya (yang tiba-tiba dan tak dijelaskan mengapa?) atau kenyataan bahwa suaminya selingkuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya kejadian yg paling mengerikan adalah harus membesarkan anak hasil hubungan gelap suami yang selama ini selalu berjanji setia. Ini pendapat subjektif saya sebagai seorang wanita loo :)

      Hapus
    2. Mungkin perlu kata2 penyambung antara hal mengerikan dengan suaminya yang selingkuh, soalnya kata2 mengerikan diatas kayaknya udah tertinggal rada jauh sama suaminya yg selingkuh

      Hapus
    3. Okey mbak, kucoba yaa :) Trims sudah mampir

      Hapus
  6. bagus mbak, cuma emang ceritanya rada kurang jelas, seperti suaminya yang meninggal karena apa tak disebutkan. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya maklum Mbak, karakternya dibatasi hehe :) Trims apresiasinya dan trims sudah berkenan singgah :)

      Hapus

Bila berkenan sila tinggalkan jejak ya ^_^