Jumat, 17 April 2015

Prompt #74 – PENJUAL ES LOLI



Sumber


“Pulang sekolah nanti langsung ke rumah ya, jangan ke mana-mana. Akhir-akhir ini sering kejadian anak hilang,” samar kudengar suara ibu Putri dari luar pintu.

Sesaat kemudian Putri keluar dengan wajah kuyu. Sepanjang jalan dia hanya membisu. Aku tak berani mengganggunya. 

Saat jam istirahat tiba, semua anak-anak di kelas heboh membicarakan hilangnya murid kelas sebelah.

“Tahu gak, sampai sekarang Maya belum ketemu juga. Padahal jarak rumahnya dari sekolah kan gak begitu jauh. Kok bisa, ya?” kata Ari, heran.

“Katanya sih, terakhir kali ada yang lihat dia beli es loli stroberi di abang-abang yang suka mangkal di depan sekolah kita,” ujar Mira.

“Kata ibuku, aku gak boleh beli es loli di abang-abang itu, soalnya orangnya aneh,” celetuk Budi.

Tiba-tiba Putri menyahut, “Iya, betul! Kata ibuku juga, abang-abang itu misterius banget. Ada yang bilang semenjak dia jualan di sini, mulai banyak kejadian anak hilang.”

Semua anak yang berkumpul di ruangan itu seketika menjadi riuh. Sebagian mempercayai cerita Putri, sebagiannya lagi sangsi. Aku hanya diam di sudut kelas, merasa tak setuju dengan cerita itu.

Saat di perjalanan pulang, Putri terlihat cemas. Berkali-kali dia melihat ke belakang. Dia menengadah ke langit, merasa menyesal pulang terlambat karena terlalu asyik bermain sepulang sekolah. 

Dipercepatnya langkah saat melewati sebuah kebun kosong di tikungan jalan. Daerah ini terkenal angker. Kupercepat pula langkahku.

Tiba-tiba terdengar dering bel sepeda.

“Kring…kring!”

Kami tersentak kaget. Sesosok pria berdiri mengahadang, membuat Putri gemetar.

“Pe-penjual es loli!” desisnya. Keringat bercucuran di dahinya. Ketakutan terbayang jelas di matanya.

“To-tolooong! Jangan culik akuuu!” jeritnya sambil tunggang langgang, meninggalkanku.

Aku hanya terpaku di tempatku, menatap sosok yang menatap tajam ke arahku.

Tiba-tiba dia menggeram, membuatku tersentak. 

Dia…bisa melihatku?

“Jangan ikuti anak itu lagi! Kita punya alam yang berbeda! Kembalikan anak-anak yang sudah kau culik!” hardiknya.

Aku terkekeh. Berani juga orang ini.

Mulutnya tiba-tiba komat-kamit. 

Sial! Kakiku mulai berasap!



Jumlah : 300 kata.

Ikutan Prompt #74 MFF di sini yuk!

4 komentar:

  1. jadi, aku ini siapa? hantu? kok bisa culik anak? :s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di kampung sih mbak, suka ada hantu yg hobinya ngilangin anak kecil. Katanya loo :)

      Hapus
  2. Di banyak daerah di Indonesia memang ada cerita soal hantu yang 'menyekap' anak kecil. Saat ditemukan (jika ditemukan) anak tersebut biasanya kehilangan kewarasan. Yang mampu bercerita bilang selama disekap dia diberi makanan dan minuman menjijikkan.

    hanya saja, biasanya anak-anak itu 'diculik' jelang magrib, sehingga orangtua-orangtua melarang anak-anak mereka keluar rumah saat magrib.

    Soal cerita ini, semuanya keren. Hanya saja, es loli stroberi seperti jadi sekedar tempelan. :)

    BalasHapus

Bila berkenan sila tinggalkan jejak ya ^_^